Langsung ke konten utama

Postingan

Saudara Seiman

 SAUDARA SEIMAN Sebagaimana hujan yang selalu dikaitkan dengan kerinduan, mendungnya langit menghadirkan sendu serta keinginan untuk pulang, pulang dan bertemu dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Hari ini genap sudah 3 pekan aku berada di tempat ini, tempat yang selalu memicu hadirnya kerinduan. Akan tetapi meski begitu, tempat ini juga yang senantiasa memberiku rasa nyaman. Asrama Putri STIBA Makassar. Ya, itulah namanya. Tempat yang begitu nyaman dan juga aman dari hingar bingar dunia luar. Di sini ada banyak pelajaran yang bisa ku petik, bukan hanya tentang pendidikan tapi juga persaudaraan. Di sini aku belajar bagaimana ajaibnya sebuah senyuman, yang selalu mampu mencairkan suasana, bahkan ketika otak sudah beku akibat tugas yang menumpuk. Di sini aku belajar, bagaimana indahnya saling berbagi, di saat harta dan tahta tak lagi berarti. di sini, tingkatan kita semua sama, tak ada yang namanya anak pemilik yayasan, anak pejabat atau anak sopir kampas, semua rata dalam sa...

Mencintai Dirimu Sendiri

Mencintai Dirimu Sendiri "Aku tidak bisa! Kenapa harus aku yang dapat bagian itu?" keluhnya sambil meremas kertas kosong yang tak juga menghasilkan jawaban, kemudian membuangnya.  "Kenapa? Kok di buang?" tanya salah satu dari temannya yang tiba-tiba datang sambil memungut kertas tersebut.  "Kesel saja, daritadi mikir tapi gak dapat jawabannya. Kenapa juga harus aku yang dapat bagian ini? padahal masih ada yang lebih jago dan lebih pintar daripada aku. Kenapa aku yg dipilih sih?" Temannya tertawa, lucu katanya.  "Hei dengar, daripada memikirkan alasan kenapa kamu yang dipilih, dan membandingkan dirimu dengan orang lain, lebih baik kamu ulangi pelajaran tadi, simak baik-baik. Kalau belum juga paham, bisa searching kan? Ini kertas yang tadi, jangan dibuang. Sayang loh, sekarang buku harganya mahal. Semangat..!!" Setelah melontarkan sedikit kata-kata dan senyuman, temannya pergi meninggalkannya dengan berbagai macam perasaan.  Dia pun berpikir, jika ...

Suasana Yang Berbeda

  Suasana yang Berbeda Terik matahari terpantul di balik jendela menembus masuk menerangi seisi ruangan. Teringat kembali masa lalu di mana canda tawa riang terdengar di balik kamar. Yah... Masa lalu yang cukup dirindukan dengan beberapa akhwat yang kini tak akan menginjakkan kakinya lagi di asrama, merekalah kakak-kakak yang banyak memberi nasehat. Adapun teman sekamar yang berkumpul riang tanpa andorid di tangan menjadikan rindu itu membekas dalam ingatan. Sorotan mataku berpindah posisi dan aku tersadar dari lamunanku yang singkat, seakan waktu berhenti sejenak dan aku merenung dengan keadaan sekarang. Aku sadar dulu dan sekarang  terlihat cukup banyak perbedaan, bagaimana tidak, akhwat dikuasai benda bernama android setelah asrama mengizinkan memegangnya.  Menurutku sebelas duabelaslah dengan virus corona yang penyebarannya yang sangat cepat menjadikan korbannya kecanduan tiada tara, sungguh dalam benakku jika kita tak bisa mengontrol diri dari android maka apa bedany...

Kehidupan Akan Terus Berputar

  Kehidupan Akan Terus Berputar Wahai Jiwa... Berdamailah dengan keadaan. Tak perlu kamu risau dengan setiap peristiwa yang Allah telah gariskan untukmu, mungkin sedih atau bahagia. Namun yakinlah dibalik keduanya tersimpan banyak hal yang mengukir senyum di bibirmu hingga kamu lupa dengan luka yang menancap di ruang hidupmu  Wahai Jiwa...  Tetaplah bersabar pada setiap kenangan di masa lalu yang sering menyapa bagaikan angin yang berhembus dengan iramanya. Tak masalah luka dan kesedihan menusuk, hingga tiba saatnya, Allah membuat hatinya berbalik mengingatmu dan lantas menyebutmu dalam doa-doa tulusnya, seraya berharap ampunan dari-Nya. Hingga tiba saatnya ia menyampaikan kepadamu, “Teman, maafkan aku di masa itu.” Demikianlah kekuasaan Allah yang Maha Membolak balikkan hati hamba-Nya.  Wahai Jiwa...  Kejadian pahit di masa lalu memanglah hal yang menyakitkan. Namun,  jika tak ada luka maka kita tidak akan bisa mengikhlaskan. Luka di masa lalu adalah guru ...

Berjuang Meraih Mimpi

  Berjuang Meraih Mimpi Banyak orang yang mengangankan harapan dan impiannya, lalu menggantungnya tinggi-tinggi, namun dia lupa untuk bergerak, berjalan, dan berlari untuk meraihnya.  Tergopoh-gopoh dalam merangkai dengam rinci sebuah lukisan abstrak akan bagaimana jalur yang kelak di lalui untuk meraihnya. Namun, tanpa sadar garis batas hampir terlewati, dan sebentar lagi akan segera berhenti di tengah-tengah.  Harapannya terlalu tinggi, namun tangannya masih rendah, enggan untuk terangkat, dan memohon kepada Sang Rabb. Hasrat memeluk impiannya begitu besar, namun kesabaran dan usahanya masih dalam porsi kecil.  Saat memulai dan menemukan kejanggalan di perjalanan, pundaknya langsung memelas dan api semangatnya pun mulai padam tersiram air cobaan.  Menyerah dan putus asa pun menjadi makanan sehari-harinya. Padahal dia baru saja mencoba, dan nafsunya untuk memakan segala rintangan pun mulai memudar. Cahaya impiannya pun mulai redup, tak ingin lagi terpancar....

Bernyawa

  Bernyawa Manusia hidup dari nyawa. Saat 120 hari dalam kandungan ibu, Allah telah mengirimkan ruh untuk bernafas, tinggal nyaman dalam rahim sebagai dinding kokoh rumahnya. Mampu mendengar segala apa yang didengar oleh ibunya, dan merasakan segala perasaan ibunya. Hari berganti bulan, sang ibu tak sabar menanti kedatangan buah hati tercinta yang telah ia siapkan sebuah nama yang indah, tak sabar untuk menatap wajahnya untuk pertama kali, dan berharap ia akan kuat menjalani kehidupan yang kadang diterpa angin kemalangan. Sudah ibu siapkan sepatu yang paling kokoh, doa-doa. Hari pertama, kamu lahir sebagai seorang manusia, yang berarti tinta takdir telah mengering. Rezeki, jodoh, kematian, semua telah ditulis oleh Sang Pencipta di dalam catatan-Nya yang paling mulia. Malaikat pencatat amal kebaikan dan keburukan telah siap menjalani tugasnya untuk mengawasi dan mendampingi hari-hari yang akan kamu lalui. Hari kedua, orang-orang datang menjengukmu dengan suka ria, membelai lembut pi...

Teras Pencari Tuhan

Teras Pencari Tuhan Ini mungkin bukan kisah tentangku, atau bukan pula tentangmu. Bisa jadi ini tentang seseorang dari teman dekatmu, atau tentang yang sedang menjadi kenalanmu. Bahkan mungkin ini kisah tentang seseorang yang dulu pernah kamu kenal. Siapa pun dia yang serupa dalam tulisan ini, siapapun dia yang sempat membacanya, semoga ada kebaikan yang terselip dalam hati kecilmu. Bertahun-tahun waktu menghabiskan hidupnya, jatuh bangun tak terhitung lagi jumlahnya, kehilangan yang berkali-kali terus melatih dirinya untuk bangkit sendiri, ya, sendirian saja. Satu persatu kegagalan menghampiri, seakan dunia terasa begitu sempit untuk ditinggali oleh satu manusia yang selalu menyalahkan diri sendiri, memarahi keadaan, kecewa dari semua perjuangan yang sudah-sudah.  Kota, rumah, kampus, tempat kerja, taman, cafe, bahkan ruangan putih pasi kerap dijadikannya teman bertanya tentang arti kehidupan. Untuk apa? Mengapa? Bagaimana? Ke mana? Apa tujuan hidup? Apa balasan dari semua kegagal...