Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #blog #jurnalistik #IAIStibaMakassar
  Selamat Datang di Dunia Tipu-Tipu (Aini Aisyah Asbar) Pernah nggak sih kita merasa hidup ini baik-baik saja, tapi hati nggak ikut bahagia? Seolah semua berjalan seperti biasa tapi ada sesuatu yang kosong di dalam dada.  Dunia terus berputar dengan segala hiruk-pikuknya. Setiap hari mata kita disuguhi kebahagiaan orang lain—entah itu pencapaian, pekerjaan, atau tentang siapa yang lebih dulu berhasil. Kata-kata bijak yang tampak sempurna. Dan entah kenapa, di sela-sela itu... hati kita justru terasa hampa. Kita mulai membandingkan, mulai merasa tertinggal, overthinking dengan diri sendiri sampai kita mulai bertanya dalam diam: "Apa aku cukup baik?" "Kenapa aku belum seperti mereka?" "Kenapa aku nggak ikut kayak dia juga?" "Gimana kalau aku gagal?" Terkadang kita lupa betapa Allah sudah menyiapkan banyak hal indah di sekitar kita. Kita sibuk membandingkan langkah dengan orang lain, sibuk mencari arti hidup yang sempurna... padahal yang kita jalani...
Perisai Hati yang Terabaikan (Zahra Zahirah) “Ya Rabb, jadikan aku hamba yang zuhud terhadap dunia, dan lindungi hamba dari segala bentuk penyakit hati...” Untaian kalimat ini menjadi salah satu permohonanku yang tak pernah lekang oleh waktu.  Berangkat dari kerisauan hati melihat gerak kehidupan yang semakin tak beraturan, hasutan agen kejahatan yang tak pernah diam ketika melihat anak Adam tenang dalam balutan keimanan. Saat ini kita tengah menapaki waktu di mana penyakit hati seperti syahwat dan syubhat tersiar luas, misi para rezim purba yang menjebak kepada pusaran kehinaan yang terus dijalankan dengan konsisten. Bait munajat yang tercipta dari kerisauan bukanlah hal yang menjadi komponen utama dalam penjagaan hati dari yang menjangkitinya. Tiada berarti jika usaha menjaga hati hanya dengan memohon tanpa bertindak. Bukankah dalam firman-Nya اِنَّ اللّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ  “...Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu...
Teruntuk: Yang Sedang Lupa Dengan Tujuan Hidupnya (Izzatuzzahra We Tanawali)   Kita harus jelas sama tujuan hidup sendiri, jangan cuma ngikut arus atau "ya udah jalanin aja". Tentuin garis besar mau ke mana, biar langkah kita juga jelas arahnya.  Kalau udah tahu tujuannya, pasti bisa nyampe kok. Kuncinya bukan di orang lain, tapi di kemauan dan usaha diri sendiri. Manusia emang lahir tanpa apa-apa, tapi selama hidup pasti naik turun—kadang di atas, kadang di bawah. Ada yang terkenal, ada juga yang nggak dikenal. Tapi semua orang punya takdir dan jalan hidup masing-masing sesuai kemampuan dan perjuangannya. Nggak ada orang sukses yang tiba-tiba "langsung jadi". Semua ada prosesnya. Setiap orang punya tujuan hidup. Dan selama kita masih hidup, tujuan itu selalu nemenin kita kayak bayangan. Dan bersyukurlah, karena Tuhan udah ngasih kita rasa ikhlas buat nerima dan jalanin peran kita masing-masing. Bayangin ada seorang supir yang nyetir mobilnya lewat jalan p...