Seni Berpura-pura Baik (Patrina Sari) Ada satu momen yang sering kita alami, namun jarang kita bicarakan: saat kita harus berdiri di depan orang banyak, melempar senyum paling simetris, dan menjawab "Aku baik-baik saja" dengan nada yang sangat meyakinkan. Di dunia luar, kita adalah sosok yang manifes secara fungsional. Kita adalah mahasiswa yang tetap merawat mimpi, anak yang selalu tampak kuat tanpa celah, dan teman yang masih bisa menghadirkan tawa. Namun, di balik layar yang tertata rapi itu, ada sebuah proses yang melelahkan. Rupanya, berpura-pura baik itu tak semudah yang dibayangkan. Ia memerlukan energi besar untuk menahan gemuruh di kepala agar tidak meluap keluar menjadi air mata atau keluhan yang panjang. Belakangan ini, kepala sering kali tidak berada di tempat tubuh berada. Saat duduk menghadap laptop untuk mengerjakan tugas dan skripsi, pikiran kita justru "terbang" m...