Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #dakwah #hijrah #kampungnasihat #pernahtenggelam

Takdir Allah Adalah Ketetapan yang Terbaik

  Perjalanan kehidupan manusia itu tidaklah selalu sesuai dengan kemauan mereka sendiri.Tak sedikit dari mereka yang harus melewati jalanan yang terjal dan berlika liku,  setelah itu mereka akan merasakan jalan yang lurus dan indah. Setiap perjalanan kehidupan seseorang itu berbeda-beda. Sewaktu-waktu rasa sedih, hampa, duka maupun gembira akan menghampiri. Itulah tabiat dari kehidupan. Dan dari sekian banyak yang menimpa manusia adalah mendapatkan sesuatu yang tidak di harapkannya. Banyak orang yang berusaha menggapainya dengan mati-matian, dan merelakan sesuatu untuk mewujudkan impiannya. Namun tanpa kita sadari bahwa itu adalah salah satu cobaan yang Allah berikan untuk melihat seberapa bersyukurkah kita menerima itu. Kebanyakan dari manusia juga bepikir bahwa apa yang mereka lakukan adalah yang terbaik, tapi belum tentu itu yang terbaik menurut Allah. Kita bisa belajar bahwa kita harus menerima segala ketetapan Allah yang telah di takdirkan untuk kita, karena bahwasanya ...

Salam Kenal, Orang Hebat!

Dia orang hebat Yang terjaga ketika semua orang mengecap lelap Memeluk dingin saat orang-orang bergelung meracik angan Memenjarakan kantuk dan bergegas ke pintu langit untuk mengetuk Dia orang hebat Melisankan firman Allah hingga teresap rapi direlung sanubari Merawatnya dengan baik agar tak berencana pergi Menerapkan ajarannya untuk sentiasa terpatri di hati Mendakwahinya agar jiwa yang tersesat dapat kembali ke jalan lurus ini Dia orang hebat Yang datang dari pelosok kampung membawa serta amanah orang tua yang di junjung Menuntut ilmu dari mula hingga penghujung Dan tak pongah dengan ilmu yang menggunung Dia orang hebat Yang sedang berbekal untuk perjalanan berjarak Menjaga setitik cahaya di tengah belantara pekat Menawannya agar tak sekedar hinggap Namun dapat menemani hingga akhir hayat Dia orang hebat Berfaedah untuk sekitar Tak lain ia dikenal cetar Dibalik semua banyak jatuh bangun setelah dicecar Oleh peluru sebelah mata yang terpapar Dia orang hebat Bukan ia yang selalu kuat B...

Menjemput Hidayah

2020. Siapa yang menyangka tahun ini akan begitu “Berbeda”. Pandemi yang mulai meneror diawal tahun kini benar-benar menampakkan wujudnya. Kenyataan inilah yang bak mimpi buruk, mengintai setiap dari kita, hingga segala aktifitas harus terhenti sejenak, bukan hanya di Wuhan saja namun diberbagai penjuru Negeri, hingga Kampus STIBA yang berada di sudut Kota Makassar pun harus lockdown, pembelajaran beralih daring dan semuanya kembali ke kampung halaman masing-masing. Siapa yang menyangka ini akan terjadi? Qadarullah. Namun.. meski dunia sedang sekarat, mahasiswi semester 7 justru dalam kobaran semangat. Masing-masing dari mereka mulai mengajukan judul Skripsinya dengan penuh harap. Tak patah arang meski ada yang berakhir dengan penolakan “selalu ada kesempatan selama waktu belum terhenti” “bi iznillah... mari mencoba kembali” 1 judul.. 2 judul.. 3 judul.. hingga ada yang 6 judul diajukan, berharap salah satu dari judul-judul itu menjadi penelitiannya dipenghujung kuliahnya. Mereka ber...

Perjuangan Itu Indah

Agustus 2016, tepat pertama kali kuukir lembaran baru dalam episode hidupku, menjadi bagian dari thaalibaat al-'ilm di STIBA Makassar. Ak u s ebagai maba yang hanya ikut-ikutan mendaftar dan akhirnya lulus di kampus yang sama sekali asing di telingaku itu. Aku yang masuk STIBA dengan modal "yang penting kuliah" saja . 3 semester berlalu, ternyata program studi yang kulalui di sana adalah Perbandingan Mazhab. Bukan jurusan Bahasa Arab. Dan Itu baru kutahu. Waktu berlalu begitu cepat, perjuangan dan pengorbanan untuk bertahan di sakan, tangis ingin berhenti dari kuliah, mencoba kuat menyambut sakit yang hampir tiap bulan kumat. Tapi saat ini itu semua hanyalah nostalgia belaka. Jadwal ujian komprehensif dan skripsi   semakin dekat, dengan doa dan usaha yang tidak maksimal akhirnya bisa berjalan dengan lancar, semuanya Allah mudahkan. Meskipun dalam   dua pekan menikmati masa-masa itu, dua kali pula tangan ini harus dimasukkan cairan infus. Sampai a...

Beginilah Adanya

Bismillahirrahmaanirrahiim… Hari ini, Rabu 1 Juli 2020 akan menjadi salah satu hari bersejarah dalam hidup kami. Hari transisi sebuah status “mahasiswi” menjadi “alumni”. Hari yang sakral (kata ustadz) dengan penyematan gelar sarjana di ujung nama insan faqir nan lemah ini. Kami (semustawa sejannah) bukanlah siapa-siapa. Kami hanyalah sepenggal kisah dari kisah-kisah yang telah terukir dan yang akan terus terukir di Ma’had tercinta ini, STIBA Makassar. Perjalanan empat tahun mengeyam pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab, sungguh syarat akan dinamika dan suka duka. Mungkin bagi sebagian kami, menjadi “Mahasiswi STIBA” adalah impian. Namun, tak sedikit pula bagi sebagian, ini adalah paksaan. Dan Allah jualah sebaik-baik pembuat skenario kehidupan ini. Banyak yang tak menyangka, tapi beginilah adanya.. Sahabat, terlalu banyak kisah yang telah terukir. Sedari awal kita diasramakan, hingga kini kita dirumahkan. Memaksa diri untuk ber...

Lautan Hikmah dibalik Goresan Takdir

     Pada sebuah perjuangan menoreh sebuah harapan. Tuk menjadi seorang penghafal Al-qur'an, adalah impian banyak insan. Aku mengenal dan mulai mencintai KitabNya di bangku sekolah menengah pertama. Kecintaan terhadap KalamNya membuatku semakin yakin pada hidupku, membuatku semakin percaya diri dan konsisten pada pilihanku. Kemudian, aku melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas Islam Terpadu Wahdah Islamiyah. Kudapati diriku sangat mengejutkan. Aku tidak pernah mengenal pelajaran pelajaran umum seperti anak anak lainnya. Tapi Subhanallah, Allah memberikan satu bentuk berkah pada hidup ku. Allah memudahkan semua urusan ku. Pada saat itulah, aku meyakini dalam hati bahwa semakin kamu mendekatkan diri kepada Al-Qur'an maka Allah akan semakin memudahkan semua urusanmu.      Seiring berjalannya waktu ku lalui masa masa sekolah menengah atas, impian demi impian mulai mengelabui khayalanku. Inginku menjadi seorang Psikolog, Arsitek, Dokter Gigi, ...

Hidup Baru

        Hidup tanpa ada masalah adalah masalah yang serius. Mengapa demikian? Hidup diatas masalah adalah hal yang wajar dan normal. Tidak ada satu orang pun diciptakan tanpa masalah dalam hidupnya. Entah pemicunya karena perbedaan, perasaan, ataupun kebiasaan. Semua orang memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam menangani masalahnya. Dengan begitu, masalah menjadikan hidup kita memiliki tantangan, warna, dan makna. Masalah mengajarkan kita bagaimana me manage  dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan berharap tidak ada penyesalan yang akan datang setelahnya.       Masing-masing diri kita pasti pernah merasakan lelahnya berada dalam kebodohan yang nyata.  Persoalan rasa, terpuruk, bahagia, bahkan senangnya seseorang ialah  reward  dari cara kita memperbaiki hubungan kita pada Allah dan bagaimana langkah-langkah kita dalam menyikapi masalah. Mirisnya ketika pikiran dan perasaan seolah diadu dan diasah oleh senda gurau dunia, kita...