Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #dakwah #hijrah #kampungnasihat #harapan #berjuang #blog #Jurnalistik #Mahasiswa #pembawa #perubahan #pesan #muslimah
 Manusia Hebat  For You ..... Teruntuk jiwa yang selalu kuat di tiap keadaan. Hi? Sudah bersyukur belum kamu untuk kemarin dan hari ini? Kamu baik-baik aja kan? Atau kamu bahkan sedang terluka? Sedang sedih? Bahkan lupa bersyukur? Dan sayang sama diri sendiri? Aku cuman mau bilang gini, semua ada takarannya masing-masing loh, kamu nggak mungkin bahagia selalu, dan juga tidak mungkin akan sedih terus. Anggap saja semua masalah itu bagian dari jalan kehidupan yang akan membuat kamu jadi dewasa. Kalau manusia yang lain tidak pernah bisa bikin kamu bahagia, jangan lupa kamu punya penciptamu ada Allah yang selalu bersamamu dan ada dirimu sendiri. Allah tidak akan pernah buat kamu kecewa, olehnya jangan terlalu berlarut dalam kesedihan, ya. Senyum yah, senyum yang lebar. Kalaupun kamu merasa capek wajar kok, tidak masalah, itu suatu hal yang wajar dialami oleh semua manusia. Katakan pada dirimu kamu itu sempurna, ciptakan bahagiamu jangan tunggu dan berharap dari orang lai...
 Berdamai dengan Amanah Pada jiwa yang rapuh, Pada hati yang kecewa, Di tengah perjalanan terbentur pada kerikil yang menyakitkan. Kala itu rasanya ingin mundur, “kenapa harus aku?” “Kenapa rasanya buruk sekali?” “ A ku berusaha bertahan , tapi kenapa akhirnya menyakitkan?” Sungguh tidak mudah mencintai sebuah amanah, tidak mudah beratahan dengan berbagai tantangan hidup di sebuah amanah yang awalnya bukan yang diri inginkan. L antas mengapa kecewa itu hadir di saat diri sedang menata hati dan pikiran yang berisik? Bukankah sangat menyakitkan? Kala itu aku berusaha berpikir jenih, kembali muhasabah diri, dunia adalah tepat persinggahan, manusia yang masih berpijak di atas bumi ini, mustahil jika Allah tidak mengujinya. Bahkan pada rasul manusia pilihan Allah yang dicintai pun tidak lepas dari yang namanya ujian hidup. “ Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu....
 Penawar Diantara riuhnya dunia, yang riuhnya tak sedikit memakan korban, terdapat anak manusia yang berdiam diri di dalam kesibukan, ditemani satu lampu redup menemani kesunyian ruang yang gelap sebagai penerang. Ia mengamati sang pena yang terus menari di atas kertas putih tanpa noda, meninggalkan coretan mengenai kehidupan yang tak pernah sunyi oleh tantangan dan rintangan. Pena itu terus menari dengan indah, mengikuti irama pikiran sang pemilik. Pikiran yang jarang mengikuti keinginan membuatnya tak tertata dan berantakan.  Terus berusaha mengeluarkan keresahan melalui tarian sang pena, dengan berharap bisa memeluk dirinya, yang nampak begitu kuat, namun nyatanya begitu rapuh. Yang nampak rapi dengan senyuman, namun nyatanya berantakan. Yang nampak sehat, namun nyatanya berpenyakit. Ia memeluk dirinya dengan segala cara, menenangkan diri dengan segala kesibukan, menghibur dirinya dengan segala sesuatu yang dipersembahkan dunia padanya. Namun pada akhirnya, ia kembali dalam...
Ukhuwah Pada segelintir rasa Ada satu yang paling megah Tumpah ruah akan indah Dalam belaian manis keimanan Yang membuncah di malam buta Berubah menjelma sajak-sajak doa Doa untuk hubungan yang paling menyenangkan Ukhuwah... Sebuah ikatan yang lekat dengan kebaikan Rasa yang dikirim langsung oleh sang Ma ha Ci nta Di antara umatnya yang tercinta Rasa itu adalah Rasa persaudaraan Rasa yang tak kudapati pada kumpulan lalu lalang keramaian Serta tak pula pada jalan-jalan keburukan Apalagi pada mereka yang hanya bisa menjatuhkan Rasa ini hanya ada pada mereka yang mengajak pada kebaikan Ketaatan pada Tuhan yang Maha megah Mereka adalah penawar dari gundah Pengingat ketika diri dalam kelalaian Pemanis dalam kehidupan Serta penolong dalam keterpurukan Meski terkadang hubungan ini tak selamanya indah K adang tak megah Serta kadang mengundang gundah Tapi inilah ukhuwah yang dilandasi keimanan Ukhuwah yang dengannya langkah ini berjalan men...
 Engkaulah Pembawa Perubahan itu Hati yang masih terpaut dengan urusan dunia. Dan diri yang masih saja terus mendahulukan kepentingan dan urusan dunia. Yang dilakukan hanya semata mengharapkan pujian dari manusia. Melakukan sesuatu yang baik hanya untuk dunia, dunia, dunia, dan dunia. Lalu Pantaskah perubahan itu dimulai dari dirimu? Lihatlah sejenak keadaan negri ini! Berpikirlah sejenak untuk itu! Engkau yang selalu merasa tidak suka akan hal yang telah terjadi saat ini, namun di lain sisi perlakuanmu seakan acuh akan hal itu semua. Lalu siapakah yang kau harap akan menjadi pengubah untuk hal baik yang kau inginkan terjadi di negri ini? Siapalah yang akan memulai? Jika semua hanya pandai dengan komentarnya namun tak mau ikut andil dalam prosesnya, yah itulah kita saat ini hanya bisa mengkritik. Untukmu saudara muslimahku, Engkau adalah harapan perubahan untuk umat ini Engkaulah harapan karena dari dirimulah akan lahir pejuang agama Allah Maka pantaskanlah dirimu...