Langsung ke konten utama

Postingan

Kenapa Harus Aku? (Nur Fadhilah K) Terkadang, kita selalu bertanya, "Kenapa harus aku?", "Kenapa harus aku yang berada di posisi ini?", "Kenapa harus aku yang mendapatkan ini?" Sering kali, kita mengeluhkan sesuatu yang bahkan belum terjadi, tanpa menyadari bahwa mungkin saja setelahnya ada sesuatu yang jauh lebih indah.  وعَسَÙ‰ٰ Ø£َÙ†ْ تَÙƒْرَÙ‡ُوا Ø´َÙŠْئًا ÙˆَÙ‡ُÙˆَ Ø®َÙŠْرٌ Ù„َÙƒُÙ…ْ، ÙˆَعَسَÙ‰ٰ Ø£َÙ†ْ تُØ­ِبُّوا Ø´َÙŠْئًا ÙˆَÙ‡ُÙˆَ Ø´َرٌّ Ù„َÙƒُÙ…ْ  "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu." (QS. Al-Baqarah: 216) Ayat di atas adalah pesan dari Sang Pemilik Kasih Sayang yang mengingatkan kita bahwa apa yang kita sukai belum tentu baik bagi kita, begitu pula sebaliknya. Mungkin saja Tuhan sedang menyiapkan sesuatu yang terbaik, tetapi sebelum itu, Dia menguji kita dengan hal-hal yang tidak kita suk...
Postingan terbaru
Kau Sedang Tidak Berada di Jalur Pacu Kuda (Muthi'ah Abdul Hakim) Terkadang, takdir tidak menuntun kita pada jalan yang sejak awal paling kita inginkan, melainkan pada jalan terbaik yang justru paling kita butuhkan untuk bertumbuh.  Hidup bukanlah sebuah perlombaan pacu kuda, di mana siapa yang paling cepat melesat di jalur yang seragam akan keluar sebagai pemenang mutlak. Ada kalanya, langkah kaki dipaksa berputar arah, melewati lorong-lorong sunyi yang awalnya sama sekali tidak pernah masuk dalam daftar rencana masa depan. Perjalanan ini bermula dari sebuah keengganan. Jauh sebelum nama IAI STIBA Makassar akrab dalam keseharian, kampus itu bukanlah tempat yang ingin kutuju. STIBA sama sekali tidak pernah ada dalam daftar pilihan. Namun, di sinilah garis takdir mulai merajut jalurnya. Momen itu bermula k...
 Negeriku yang Kucintai (Cinta Febrianty Idham) Dari dulu, aku selalu merasa bangga karena membawa tumbler ke mana-mana. Merasa paling hemat, paling go green , bahkan diam-diam merasa sedikit lebih keren daripada mereka yang masih membeli minuman kemasan. Seolah-olah, dengan membawa botol minum sendiri, aku telah mengambil bagian dalam menyelamatkan bumi. Sampai suatu hari, sebuah video pendek menyadarkan aku bahwa bahkan sesederhana air minum pun tidak sepenuhnya terlepas dari persoalan politik. Dari bagaimana sumber daya dikelola, bagaimana industri dijalankan, bagaimana sampah plastik ditangani, hingga bagaimana kebijakan lingkungan dirumuskan di meja kekuasaan. Ternyata, menjadi ramah lingkungan bukan hanya soal keputusan personal untuk membawa tumbler . Ada sistem yang lebih besar di balik apa yang kita konsumsi, apa yang kita buang, dan lingkungan seperti apa yang akhirnya kita tinggali. Turns out, even the simplest things in life are political. To be honest, life has b...
 Saat Kamu Tak Bersama Tuhan (Lisa Syafina) Di satu detik yang tak pernah terduga, seolah ada sentuhan lembut menyetuh jiwaku.   "Jauh banget...." Saat itu, aku tersadar bahwa jejak langkahku sudah sangat jauh dari-Mu. Langit biru yang kupandang seolah sedang memperlihatkan jejak-jejak langkahku yang perlahan membawaku semakin jauh dari dekapan-Mu. Wahai Tuhan, jiwaku merindukan-Mu Aku menoleh ke belakang, seolah waktu memutar kembali episode kemarin. Saat aku duduk sambil mengadukan semua rasa lelah hari itu. Saat aku mengangkat tangan, meminta bantuan untuk hari-hari berat yang baru saja kulewati. Saat aku menangis terpuruk, lalu Engkau memberikan sentuhan lembut untuk menenangkan jiwaku yang sedang runtuh. Aku tersenyum. Ternyata, aku pernah berada di episode itu. Aku merindukan semua masa-masa itu. Rindu berbincang berdua di malam kelabu yang tenang. Rindu meminta uang di waktu duha meski hanya 2 rakaat yang selalu kulakukan luntang-luntang. Lucu, ya.. Dan sekarang, ras...
Yang Tak Terlihat  (Nur Azlin)     Tidak semua perjuangan terlihat. Ada yang berlangsung di balik rutinitas yang tampak biasa, di balik senyum yang tetap diberikan, dan di balik jawaban singkat, “Aku baik-baik saja,” setiap kali seseorang bertanya tentang kabar.     Pada fase tertentu dalam hidup, rasanya semua tanggung jawab datang bersamaan. Ada amanah yang tidak bisa ditinggalkan, tujuan yang harus dicapai, dan keadaan yang menuntut kita untuk terus melangkah meski tenaga dan pikiran mulai terkuras.     Melalui proses itu, kita belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada hal-hal yang berada di luar kendali, ada harapan yang tidak terwujud seperti yang diinginkan, dan ada momen-momen yang diam-diam mengajarkan arti menerima dengan lapang.     Yang paling melelahkan bukan selalu banyaknya pekerjaan, melainkan usaha untuk tetap tenang di tengah berbagai kekhawatiran. Tetap menjalankan tanggung jawab, menj...
Melangkah dengan Tenang  (Patrina Sari)      Kita sering kali lelah bukan karena jalurnya yang menanjak, melainkan karena mata kita yang terlalu sering menengok ke kanan dan ke kiri. Melihat si A yang sudah menggenggam pencapaian ini, atau si B yang tampaknya begitu mulus melenggang ke gerbang kesuksesan yang megah.       Tanpa sadar, kita menjadikan hidup orang lain sebagai barometer mutlak, lalu menghukum diri sendiri dengan kalimat, "Kenapa aku belum sampai di sana?". Lelah sekali memang jika standar kesuksesanmu orang lain.      Kita dipaksa berlari di lintasan yang bukan milik kita, mengenakan sepatu yang ukurannya salah, demi mengejar garis finish yang sejatinya tidak pernah benar-benar kita inginkan. Membandingkan proses kita dengan hasil akhir orang lain adalah cara paling kejam untuk meremehkan perjuangan diri sendiri.      Maka, katakan pada hatimu yang mulai sesak itu: "cukup." Berhentilah menoleh hanya unt...
Sebelum Benar-benar Jauh (Cahyu Cahyani)      Belakangan ini mulai mengerti, ternyata terlalu dangkal apabila seluruh perjalanan bertumbuh ini hanya dimaknai sebagai persiapan untuk menjadi seseorang bagi orang lain di masa depan. Sebab semakin banyak yang dilewati, semakin menyadari bahwa sebelum menjadi apapun bagi siapapun, ada satu kehidupan yang terlebih dahulu perlu untuk dipahami, dirawat, dan dipertanggungjawabkan dengan sungguh-sungguh: hidupku sendiri.      Ajaibnya, usia mengajariku sesuatu yang tidak pernah benar-benar diajarkan di bangku mana pun. Tentang hal-hal yang hanya bisa dipahami dan diterima, tentang keputusan yang lahir dari ego, tentang sikap baru yang baru disadari setelah melukai.      Mungkin karena itu, aku ingin terus belajar, bukan untuk menjadi paling hebat atau terlihat paling baik. tetapi agar ketika Tuhan melihat hidup yang ia titipkan, aku tidak datang dengan tangan kosong, dan hati yang enggan dibentuk. ...