Ujian Komprehensif: Saat Kenangan Desa Bertabrakan dengan Tumpukan Muqarrar (Patrina Sari) Mendengar kata "Ujian Komprehensif" saja rasanya sudah cukup untuk membuat pundak terasa berat. Apalagi ketika jadwalnya dipatok tepat sepekan setelah kita mengemas barang dari lokasi KKN. Juga aroma rindu dengan suasana rumah di kampung halaman sudah sangat semerbak. Ada semacam benturan emosional di sana. Di satu sisi, jiwa kita masih tertinggal di desa, masih ingin menikmati canda tawa yang belum tuntas atau cerita-cerita yang tertahan di sela-sela proker. Namun, realita membawa kita untuk tidak berlama-lama larut dalam nostalgia. Sepekan adalah waktu yang sangat singkat untuk memanggil kembali ingatan yang sudah terserak selama 4 hingga 5 tahun yang lalu. Jujur saja, rasanya hampir mustahil. Kita perlu kembali menyelami tumpukan muqarrar saat ingatan kita masih sangat kental dengan nuansa pengabdian. Otak kita masih merekam ar...
Seni Merawat Impian (Wulan Auliyah Cahyani) Saat engkau mulai memahat impian yang menjulang tinggi, tak jarang semesta terasa begitu sempit untuk menampungnya. Muncul perasaan bahwa semua itu hanyalah kemustahilan yang dipaksakan. Ada perih yang menyelinap ketika engkau memberanikan diri menceritakan angan itu kepada dunia, namun yang kau dapati hanyalah fatamorgana. Rasanya menyesakkan bukan?. Saat setiap pijakan yang kau coba justru membawamu pada celah kegagaan. Namun, di sinilah letak seninya . Failures are experience, and experience is the best teacher . Kegagalan bukanlah dinding yang menghentikan langkah, melainkan guru yang paling jujur dalam mengajarkan ketangguhan. Ia datang bukan untuk mematahkan sayapmu, melainkan untuk melatih kepakanmu agar lebih kokoh saat dunia memintamu berhenti. Jangan biarkan langkahmu terhenti oleh kata “mustahil” milik orang lain. Sebab, keyakinanmu jauh lebih besar dari sekadar...