Sebelum Benar-benar Jauh (Cahyu Cahyani) Belakangan ini mulai mengerti, ternyata terlalu dangkal apabila seluruh perjalanan bertumbuh ini hanya dimaknai sebagai persiapan untuk menjadi seseorang bagi orang lain di masa depan. Sebab semakin banyak yang dilewati, semakin menyadari bahwa sebelum memnjadi apapun bagi siapapun, ada satu kehidupan yang terlebihmdahulu perlu untuk dipahami, dirawat, dan dipertanggungjawabkan dengan sungguh-sungguh: hidupku sendiri. Ajaibnya, usia mengajariku sesuatu yang tidak pernah benar-benar diajarkan di bangku mana pun. Tentang hal-hal yang hanya bisa dipahami dan diterima, tentang keputusan yang lahir dari ego, tentang sikap baru yang baru disadari setelah melukai. Mungkin karena itu, aku ingin terus belajar, bukan untuk menjadi paling hebat atau terlihat paling baik. tetaapi agar ketika Tuhan melihat hidup yang ia titipkan, aku tidak datang dengan tangan kosong, dan hati yang enggan dibentuk. ...
MENAPAKI LELAH TANPA HENTI ( Wulan Ardina ) Setiap langkah ini, ada harapan-harapan orang tua di dalamnya, yang diam-diam mereka titipkan lewat doa-doa panjang di setiap sujudnya. Langkah ini bukan sekadar perjalanan, tapi juga perjuangan—untuk membalas lelah yang tak pernah mereka keluhkan, untuk menjawab kepercayaan yang mereka berikan tanpa ragu. Kadang terasa berat, kadang ingin berhenti sejenak, namun mengingat wajah mereka, semua kembali menguatkan. Karena di ujung langkah ini, bukan hanya tentang keberhasilan, tetapi tentang membuat mereka tersenyum bangga—dan berkata dalam hati, “perjuangan kita tidak sia-sia.” Lihatlah... Banyak orang di luar sana yang membutuhkan doa itu, tetapi pemilik doa tersebut telah lama pergi. Banyak pula orang yang ingin berada di posisimu, namun mereka tpmemiliki keterbatasan yang tak mampu mereka hadapi… Lihatlah… Mereka memiliki keinginan setinggi langit, tidak sepertimu yang terkadang hanya berhenti pada lang...