Negeriku yang Kucintai (Cinta Febrianty Idham) Dari dulu, aku selalu merasa bangga karena membawa tumbler ke mana-mana. Merasa paling hemat, paling go green , bahkan diam-diam merasa sedikit lebih keren daripada mereka yang masih membeli minuman kemasan. Seolah-olah, dengan membawa botol minum sendiri, aku telah mengambil bagian dalam menyelamatkan bumi. Sampai suatu hari, sebuah video pendek menyadarkan aku bahwa bahkan sesederhana air minum pun tidak sepenuhnya terlepas dari persoalan politik. Dari bagaimana sumber daya dikelola, bagaimana industri dijalankan, bagaimana sampah plastik ditangani, hingga bagaimana kebijakan lingkungan dirumuskan di meja kekuasaan. Ternyata, menjadi ramah lingkungan bukan hanya soal keputusan personal untuk membawa tumbler . Ada sistem yang lebih besar di balik apa yang kita konsumsi, apa yang kita buang, dan lingkungan seperti apa yang akhirnya kita tinggali. Turns out, even the simplest things in life are political. To be hone...
Saat Kamu Tak Bersama Tuhan (Lisa Syafina) Di satu detik yang tak pernah terduga, seolah ada sentuhan lembut menyetuh jiwaku. "Jauh banget...." Saat itu, aku tersadar bahwa jejak langkahku sudah sangat jauh dari-Mu. Langit biru yang kupandang seolah sedang memperlihatkan jejak-jejak langkahku yang perlahan membawaku semakin jauh dari dekapan-Mu. Wahai Tuhan, jiwaku merindukan-Mu Aku menoleh ke belakang, seolah waktu memutar kembali episode kemarin. Saat aku duduk sambil mengadukan semua rasa lelah hari itu. Saat aku mengangkat tangan, meminta bantuan untuk hari-hari berat yang baru saja kulewati. Saat aku menangis terpuruk, lalu Engkau memberikan sentuhan lembut untuk menenangkan jiwaku yang sedang runtuh. Aku tersenyum. Ternyata, aku pernah berada di episode itu. Aku merindukan semua masa-masa itu. Rindu berbincang berdua di malam kelabu yang tenang. Rindu meminta uang di waktu duha meski hanya 2 rakaat yang selalu kulakukan luntang-luntang. Lucu, ya.. Dan sekarang, ras...