Langsung ke konten utama

Di Ambang Ayal

(Zahra Zahirah)


    Dinamika pertemanan tak jarang berkelindan antara idealisme dan realitasnya. Kita kerap menjatuhkan harap pada hubungan yang diyakini akan bertahan lama. Hingga percikan api yang tercipta tanpa aba menghanguskan ikatan itu. Kecewa, sedih, hingga rindu yang tidak bisa diungkapkan mengiringi hari-hari setelahnya.

    Di sepanjang perjalanan tiap laku hidup yang kumaknai, aku memahami bahwa pertemanan menuntut apa yang kerap kita sebut relasi timbal balik. Namun kini, timbul pertanyaan, akhir seperti apa yang sebenarnya kita harapkan dari sebuah pertemanan?

    Ketika pondasi yang kau pilih adalah karena Allah, upaya saling memperbaiki tak berhenti pada kata lelah. Aku takkan melepasmu tenggelam dalam kubangan khilaf, sebagaimana aku pun menuntutmu untuk tidak diam disaat aku terjatuh dinoda kebaikan dan memberiku uluran tangan tuk kembali.

    Ketika pondasi yang kau pilih adalah karena Allah, pertemanan tak hanya soal saling membutuhkan, tapi tentang saling menjaga bahkan saat salah satu dari kita tak lagi memberi apa-apa selain ketidaksempurnaan diri...


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

  Ibu Tak Perlu Sayap untuk Menjadi Malaikat (Kaderia) Ibu, setiap kali aku bercerita tentangmu, air mataku tak mampu kubendung. Ia jatuh begitu saja, tanpa aba-aba, saat aku mengenang segala kerja kerasmu, rasa sakitmu, dan perjuanganmu demi anak-anakmu. Ibu, aku menulis ini bukan karena aku sedih tapi karena aku sangat bangga memiliki sosok sepertimu, mungkin dunia tak tahu betapa hebatnya dirimu dalam mengusahakan segalanya demi kebahagiaanku. Hai, teman-teman... Izinkan aku bercerita sedikit tentang malaikat tanpa sayap yang kumiliki. Dia bukan wanita karier, bukan pula pejabat, ia adalah ibu rumah tangga biasa yang luar biasa. Ketangguhannya tak bisa diukur hanya dari status atau jabatan, melainkan dari kasih sayang dan pengorbanan yang tak ternilai. Setiap pagi, ia memulai harinya lebih awal dari siapa pun di rumah. Sarapan disiapkan dengan telaten, memastikan keluarganya memulai hari dengan penuh energi. Begitu anak-anaknya melangkah ke sekolah, ia tak lantas beris...
Menggapai Cinta Ilahi (Selfiana Elvira Sari Ramadhani) Banyak orang mengira, cinta itu selalu tentang bahagia dan tawa, memberikan keindahan serta kenyamanan... Namun tanpa kita sadari, ternyata itu bukanlah bentuk cinta yang sesungguhnya. Karena cinta tidak selamanya ditunjukkan dengan cara memanjakan, tetapi dengan cara menumbuhkan. Dan sering kali, yang membuat kita menangis, jatuh, bahkan merasa sendirian... disaat itulah ada pelukan yang siap mendekap. Maka dibutuhkan sesuatu dalam diri kita yang hanya bisa tumbuh lewat rasa sakit. Ia menggores untuk menyembuhkan. Ia mengambil untuk menggantikan. Ia menguji untuk menguatkan. Mungkin cinta-Nya tak seindah kisah manusia, tapi di dalamnya ada keindahan yang tidak akan pudar oleh waktu. Cinta manusia bisa berubah, namun cinta Allah tidak. Ia tetap mencintai meski kita sering lupa kepada-Nya. Mencintai dengan cara yang tidak selalu kita mengerti, tapi selalu kita butuhkan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَه...
  Menunaikan Janji Mulia (Azizah Yunus) Aku sebagai anak yang diharapkan agar terwujudnya cita-cita mulia kedua orang tua yang belum tertuntaskan. Mereka menggantungkan harapan pada sebuah sepasang mahkota kemuliaan yang dijanjikan oleh para penghafal Al-Qur’an di akhirat kelak. Impian dan cita-cita yang harus kuperjuangkan demi kebahagiaan mereka. Walau berbeda dengan anak-anak yang banyak mendapatkan penghargaan yang istimewa atas prestasi yang mereka miliki. Akan tetapi, perjuanganku aku hadiahkan sebagai penghargaan yang mulia buat kedua orang tuaku. Walau nyaris menyerah, tapi  ada doa yang selalu membuatku bertahan, yaitu doa ibuku yang tulus. Aku memulai menghafal Al-Qur’an sejak duduk dibangku kelas 6 MI. Pada saat itu ada sebuah acara ORMAS Muslimah di kampungku yaitu MWC Pituaparus. Mereka mengadakan acara khusus buat anak-anak seusiaku, pada saat itu yakni Tahfidz Qur’an Cilik angkatan pertama. Di acara ini aku mulai memiliki teman bahkan menjadi sahabat pen...