Di Ambang Ayal
(Zahra Zahirah)
Dinamika pertemanan tak jarang berkelindan antara idealisme dan reslitasnya. Kita kerap menjatuhkan harap pada hubungan yang diyakini akan bertahan lama. Hingga percikan api yang tercipta tanpa aba menghanguskan ikatan itu. Kecewa, sedih, hingga rindu yang tidak bisa diungkapkan mengiringi hari-hari setelahnya.
Di sepanjang perjalanan tiap laku hidup yang kumaknai, aku memahami bahwa pertemanan menuntut apa yang kerap kita sebut relasi timbal balik. Namun kini, timbul pertanyaan, akhir seperti apa yang sebenarnya kita harapkan dari sebuah pertemanan?
Ketika pondasi yang kau pilih adalah karena Allaah, upaya saling memperbaiki tak berhenti pada kata lelah. Aku takkan melepasmu tenggelam dalam kubangan khilaf, sebagaimana aku pun menuntutmu untuk tidak diam saat aku terjatuh dinoda kebaikan dan memberiku uluran tangan tuk kembali. Ketika pondasi yang kau pilih adalah karena Allaah, pertemanan tak hanya soal saling membutuhkan, api tentang saling menjaga bahkan saat salah satu dari kita tak lagi memberi apa-apa selain ketidaksempurnaan diri...

Komentar
Posting Komentar