Langsung ke konten utama

Postingan

Sang Pejuang Rindu

Rindu kini telah menyapa, seorang gadis yang duduk di sebuah kelas menatap keluar jendela, sembari melantunkan bacaan Al-Qur'annya. Seketika tetesan air mata membasahi lembaran mushafnya. Gadis yang hidup di sebuah bangunan kotak yang bernama asrama. Tinggal jauh dari orang tua sulit ia lalui. Di mana hari-hari sebelumnya dipenuhi kebersamaan dengan keluarganya, namun kini keadaan memaksanya untuk berpisah dengan keluarga tercinta.  Saat senja menyapa, seketika itupula rindu itu menyapa, udara sore hari seakan membawa kabar kerinduan. Mentari yang hampir terbenam di ufuk barat seakan melambai ke arahnya. Sembari dia berharap mentari pagi akan menyampaikan kabar gembira di esok hari. Mentari pagi mulai menampakkan cahaya hangatnya, udara yang masih segar dirasakan para santri. Suara lantunan ayat suci Al-Qur'an mulai terdengar di balik dinding. Yah, itu suara para Mahasiswi, yang merupakan kegiatan rutin setiap subuh. Hari-hari berlalu seperti biasanya, dengan kesibukan kuliah, ...

Kematian Itu Pasti

Apa kabar? Jiwa-jiwa yang selalu merasa tenang dalam kelalaian, yang selalu merasa baik-baik saja dengan kefuturan dan yang selalu merasa aman dari kematian. Setiap manusia tentu memiliki takdir yang berbeda-beda, namun ada satu takdir yang setiap manusia memilikinya, yaitu Kematian.  Kabar kematian selalu saja terdengar, ada hati yang bergetar setiap mendengar kabar, sebagai pengingat untuk beramal. Namun, tak sedikit pula hati yang hanya sekedar berduka tanpa sadar, bahwa kelak dirinya akan berada pada posisi yang sama. Merasakan hembusan nafas terakhir, berpisahnya ruh dan jasad hingga berakhirlah urusan dunia. Kelamnya malam menciptakan heningnya, sebelum tertidur adakah kita berfikir? Saat Allah menggenggam ruh ini kemudian tak lagi mengembalikannya. Betapa banyak kematian yang kita lihat hari ini dan hari sebelumnya, namun jiwa masih saja banyak tertawa. Terlalu banyak bercanda hingga lupa, kematian bisa saja datang saat kita belum selesai tertawa.  Allah subhanahu wa ta...

Lembaran Baru

Lembaran Baru Tahun kemarin bercandanya tidak main-main ya,  Terkadang kita harus berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia yang sudah kita tau seperti apa.  Berhenti untuk bermuhasabah kembali, Berhenti untuk memperbaiki langkah lagi, Berhenti untuk lebih menguatkan hati. Jika kemarin Allah berikan ujian sebesar batu, percayalah ada hikmah sebesar gunung yang menunggumu di depan sana.  Mohonlah agar diluruskan lagi langkahmu. Ingat, kamu tidak bisa apa-apa jika Rabb-mu tidak menghendaki.  Libatkan Allah dan memohonlah kepada-Nya atas segala hal.  Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :  ‎وَاِ ذَا  سَاَ لَـكَ  عِبَا دِيْ  عَنِّيْ  فَاِ نِّيْ  قَرِ يْبٌ   ۗ اُجِيْبُ  دَعْوَةَ  الدَّا عِ  اِذَا  دَعَا نِ  فَلْيَسْتَجِيْبُوْا  لِيْ  وَلْيُؤْمِنُوْا  بِيْ  لَعَلَّهُمْ  يَرْشُدُوْنَ "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah merek...

Arti Hidup

  Arti Hidup Hidup itu dipenuhi keberimbangan. Setiap masalah yang diciptakan sepaket dengan jalan keluarnya. Seperti kebahagiaan yang diciptakan bersama kesedihan atau kekayaan yang diciptakan beserta kecukupan. Ketimpangan yang kita temui di kehidupan kita justru pertanda bahwa ada hal yang perlu kita benahi. Semoga masih cukup bersabar dan bersyukur. Jangan berharap jalan yang akan ditempuh ini pasti mudah, tidak akan bersisian dengan yang lain, tidak akan ada persimpangan, tidak akan bercabang. Cabang yang menyesatkanmu jauh dari tujuan. Waktu langkah pertama kita dulu, kita sempat berbincang tentang tujuan, tentang nilai dan aturan yang akan kita bawa sepanjang jalan. Kini, sudah begitu jauh, ujungnya belum terlihat. Kita masih berjuang berdiri di atas nilai dan aturan yang telah kita sepakati. Waktu kita pernah berhenti sejenak, muncul keraguan. Di awal kita begitu bahagia, menapaki langkah-langkah pertama. Kini, kita banyak diam sepanjangan perjalanan. Berpikir tentang banya...

Berdamai dengan Kehilangan

  Berdamai dengan Kehilangan Pada suatu waktu, orang-orang yang berduka akan berdamai dengan kehilangan. Semua ada waktunya. Hari ini mungkin belum saatnya, karena kedua kakimu masih berdiri tegak di dunia. Seusai kematianmu, sesegera itu manusia akan melupakanmu. Akan ada banyak orang yang berduka atas kematianmu, kehilanganmu, terutama keluarga dan teman-teman terdekatmu. Itu sudah pasti ! Namun, perlahan kamu akan terlupakan. Itu juga pasti ! Sebaik apa pun perilakumu terhadap orang-orang di dunia, ketika sudah disambut oleh kematian, seiring berjalannya waktu kamu akan terlupakan. Sekalipun orang itu adalah orang terdekatmu. Tugasmu hanyalah bagaimana untuk tetap berbuat baik pada orang lain agar setelah kematianmu, mereka hanya mengenang kebaikan-kebaikan darimu. Dengan catatan kamu berbuat baik bukan karena ingin meraih pujian dari makhluk-Nya, namun karena Allah semata. Serta, jadilah sebaik-baik manusia yang bermanfaat untuk orang-orang yang ada di sekitarmu. خَيْرُ الناسِ ...

Revitalisasi Dakwah Bil-hikmah di Era Milenial

HARSINA KAIMUDIN STAI SAID PERINTAH MASOHI MALUKU   JUDUL ESSAI Revitalisasi Dakwah Bil-hikmah di Era Milenial KARYA INI DISUSUN UNTUK MENGIKUTI LOMBA ESSAI UKM JURNALISTIK PUTRI STIBA 2021 Oleh : Harsina Kaimudin Pengantar Perkembangan Budaya digital mendorong pergeseran minat dan pola generasi milenial dalam mencari literatur keislaman dari literatur yang dicetak (pinted literaature) ke literatur online (online literature). Generasi milenial lebih suka mengakses sumber-sumber pengetahuan keislaman melalui internet. Bahkan, sumbersumber tersebut bisa diakses melalui aplikasi smartphone seperti facebook, Instagram, youtobe dan whatapp.  Istilah generasi milenial memang sedang akrab terdengar, Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Generasi Milenial agalah generasi yang pada awal 1980-an sampai 2000-an sebagai akhir kelahiran. Generasi Milineal pada umum...

Menjaga Eksistensi Peradaban Islam dengan Dakwah Melalui Literasi Digital Untuk Generasi Milenial

KIKI AYU HERMAWATI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO JUDUL ESSAI : Menjaga Eksistensi Peradaban Islam dengan Dakwah Melalui Literasi Digital Untuk Generasi Milenial KARYA INI DISUSUN UNTUK MENGIKUTI LOMBA ESSAI UKM JURNALISTIK PUTRI STIBA 2021 Oleh : Kiki Ayu Hermawati PENDAHULUAN  Era Revolusi Industri 4.0 (Revolution Industrial 4.0) adalah era di mana teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Selain dalam segi teknologi, Revolusi Industri 4.0 juga membawa dampak yang besar dalam segi politik, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Meskipun Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan yang klimaks dalam segi teknologi, tetapi di sisi lain juga memberikan dampak buruk berupa banyaknya budaya Barat yang masuk di Indonesia dan mengakibatkan berbagai penyimpangan moral yang tidak sesuai dengan syarat nilai Islam dan nilai moral masyarakat. Penyimpangan tersebut juga banyak terjadi di generasi milenial karena sebagian dari mereka tidak bisa menyaring sisi negatif dari per...