Langsung ke konten utama

Lembaran Baru


Lembaran Baru


Tahun kemarin bercandanya tidak main-main ya, 

Terkadang kita harus berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia yang sudah kita tau seperti apa. 

Berhenti untuk bermuhasabah kembali,

Berhenti untuk memperbaiki langkah lagi,

Berhenti untuk lebih menguatkan hati.

Jika kemarin Allah berikan ujian sebesar batu, percayalah ada hikmah sebesar gunung yang menunggumu di depan sana. 


Mohonlah agar diluruskan lagi langkahmu.

Ingat, kamu tidak bisa apa-apa jika Rabb-mu tidak menghendaki. 

Libatkan Allah dan memohonlah kepada-Nya atas segala hal. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman : 


‎وَاِ ذَا  سَاَ لَـكَ  عِبَا دِيْ  عَنِّيْ  فَاِ نِّيْ  قَرِ يْبٌ   ۗ اُجِيْبُ  دَعْوَةَ  الدَّا عِ  اِذَا  دَعَا نِ  فَلْيَسْتَجِيْبُوْا  لِيْ  وَلْيُؤْمِنُوْا  بِيْ  لَعَلَّهُمْ  يَرْشُدُوْنَ

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)


Tentang manusia-manusia yang berbuat buruk kepadamu kemarin, jadikan itu sebagai boomerang agar kau tidak melakukan hal yang sama terhadap orang lain. 

Sebab sudah kau tau rasanya seperti apa, dan mungkin saja itu pun salah satu ujian yang Allah turunkan padamu melalui perantara orang-orang tersebut. 


Tetap teguh pada pendirianmu, 

Tetap percaya bahwa segala sesuatu sudah diatur oleh Allah di atas sana. Jadi, jika masih terluka tak mengapa berhenti sejenak.

Entah untuk menarik nafas atau istirahat. 

Namun jangan pernah berhenti untuk mencari ridho-Nya. 

Sebab surgalah balasannya. 


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


‎وَبَشِّرِ  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  وَ  عَمِلُوا  الصّٰلِحٰتِ  اَنَّ  لَهُمْ  جَنّٰتٍ  تَجْرِ يْ  مِنْ  تَحْتِهَا  الْاَ نْهٰرُ   ۗ 

"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sunga.

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 25)


Tetap kuat, walau penat.



Mukarramah

Mahasiswi STIBA Makassar angkatan 2021

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

 Negeriku yang Kucintai (Cinta Febrianty Idham) Dari dulu, aku selalu merasa bangga karena membawa tumbler ke mana-mana. Merasa paling hemat, paling go green , bahkan diam-diam merasa sedikit lebih keren daripada mereka yang masih membeli minuman kemasan. Seolah-olah, dengan membawa botol minum sendiri, aku telah mengambil bagian dalam menyelamatkan bumi. Sampai suatu hari, sebuah video pendek menyadarkan aku bahwa bahkan sesederhana air minum pun tidak sepenuhnya terlepas dari persoalan politik. Dari bagaimana sumber daya dikelola, bagaimana industri dijalankan, bagaimana sampah plastik ditangani, hingga bagaimana kebijakan lingkungan dirumuskan di meja kekuasaan. Ternyata, menjadi ramah lingkungan bukan hanya soal keputusan personal untuk membawa tumbler . Ada sistem yang lebih besar di balik apa yang kita konsumsi, apa yang kita buang, dan lingkungan seperti apa yang akhirnya kita tinggali. Turns out, even the simplest things in life are political. To be honest, life has b...
  Ibu Tak Perlu Sayap untuk Menjadi Malaikat (Kaderia) Ibu, setiap kali aku bercerita tentangmu, air mataku tak mampu kubendung. Ia jatuh begitu saja, tanpa aba-aba, saat aku mengenang segala kerja kerasmu, rasa sakitmu, dan perjuanganmu demi anak-anakmu. Ibu, aku menulis ini bukan karena aku sedih tapi karena aku sangat bangga memiliki sosok sepertimu, mungkin dunia tak tahu betapa hebatnya dirimu dalam mengusahakan segalanya demi kebahagiaanku. Hai, teman-teman... Izinkan aku bercerita sedikit tentang malaikat tanpa sayap yang kumiliki. Dia bukan wanita karier, bukan pula pejabat, ia adalah ibu rumah tangga biasa yang luar biasa. Ketangguhannya tak bisa diukur hanya dari status atau jabatan, melainkan dari kasih sayang dan pengorbanan yang tak ternilai. Setiap pagi, ia memulai harinya lebih awal dari siapa pun di rumah. Sarapan disiapkan dengan telaten, memastikan keluarganya memulai hari dengan penuh energi. Begitu anak-anaknya melangkah ke sekolah, ia tak lantas beris...
Menggapai Cinta Ilahi (Selfiana Elvira Sari Ramadhani) Banyak orang mengira, cinta itu selalu tentang bahagia dan tawa, memberikan keindahan serta kenyamanan... Namun tanpa kita sadari, ternyata itu bukanlah bentuk cinta yang sesungguhnya. Karena cinta tidak selamanya ditunjukkan dengan cara memanjakan, tetapi dengan cara menumbuhkan. Dan sering kali, yang membuat kita menangis, jatuh, bahkan merasa sendirian... disaat itulah ada pelukan yang siap mendekap. Maka dibutuhkan sesuatu dalam diri kita yang hanya bisa tumbuh lewat rasa sakit. Ia menggores untuk menyembuhkan. Ia mengambil untuk menggantikan. Ia menguji untuk menguatkan. Mungkin cinta-Nya tak seindah kisah manusia, tapi di dalamnya ada keindahan yang tidak akan pudar oleh waktu. Cinta manusia bisa berubah, namun cinta Allah tidak. Ia tetap mencintai meski kita sering lupa kepada-Nya. Mencintai dengan cara yang tidak selalu kita mengerti, tapi selalu kita butuhkan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَه...