Langsung ke konten utama

Postingan

  Akankah Kita Kembali Ke Negeri Kita dengan Selamat?   Tiada kebahagiaan, kenikmatan, bahkan ketenangan melainkan keridhaan- Nya   Pun dengan kasih sayang-Nya   Yah! Tanyakan pada diri   Akankah Kita Kembali Ke Negeri Kita dengan Selamat?   Bergantung pada-Nya bagaikan orang yang mabuk cinta   hingga merindukan kekasihnya   Tapi ini bukan tentang cinta.     Hari ini saya akan bercerita tentang Negeri-Nya   Negeri tempat kita kembali, Negeri di mana tak seorang pun tahu  A kankah kita selamat atasnya?!   Semuanya akan menjadi saksi   Pun dengan tulisan ini , kan jadi saksi.     Terdidik karena Islam   Rabb ada yang mendidik hamba-Nya   Allah adalah Al-Muzakki (Yang Menyucikan)   Sedangkan hamba adalah Al-Muzakka (Yang disucikan)   Dan Islam datang untuk menyucikan dan mendidik dengan Islam yang sebenarnya!     Terdapat secuil kal...
  Sesama Muslim adalah Saudara بسم الله الرحمن الرحيم Segala puji hanya milik Allah Tabaraka wa Ta’ala , Rabb semesta alam. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, sahabat, serta seluruh pengikut beliau sampai hari kiamat. Amma ba’du Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Ù„ْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ُ Ø£َØ®ُÙˆْ الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ِ، لاَ ÙŠَظلِÙ…ُÙ‡ُ، Ùˆَلاَ ÙŠَØ®ْذُÙ„ُÙ‡ُ، Ùˆَلاَ ÙŠَÙƒْذِبُÙ‡ُ، ÙˆَلايَØ­ْÙ‚ِرُÙ‡ُ “Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain. Olehnya, tidak boleh menzalimi, merendahkan, serta menghina.” (Dikutip dari Kitab Al-Jami’ )             Sepertinya masih banyak orang di luar sana yang belum mengetahui tentang hadis ini. Terbukti bahwa banyaknya kasus penghinaan, pembulian, hingga berujung ke pembunuhan, yang sering   kita dengar kabarnya hampir setiap hari. Namun, sebagai sesama muslim sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk saling mengingatkan dan menasihati kepada yang belum m...
  Esensi  Critical Thinking Seiring Perkembangan Teknologi Menjalarnya teknologi membuat berita tersebar dengan sangat gesit ke berbagai belahan dunia, tidak terkecuali dengan banyaknya berita tidak benar yang mengikut bersamaan dengan berita tersebut. Banyaknya berita – berita tidak benar ini beredar di sekitar masyarakat membuat beberapa orang kesulitan untuk mencari fakta informasi tersebut, sehingga mereka secara terus – menerus mengkonsumsi berita yang tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta, sampai berita yang mengecewakan terus membanjiri kita tanpa henti dari waktu ke waktu. Berpikir kritis merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang sehingga mempunyai kemerdekaan dalam berpikir baik melakukan atau mempercayai suatu hal secara rasional dan sesuai dengan pertimbangan atas apa yang akan ditimbulkannya. Berpikir kritis bukan hanya sekedar menerima tetapi juga mengumpulkan informasi agar kita terhindar dari manipulasi berita palsu, dengan kemampuan berpikir kritis k...
 Buah dari Sebuah Amanah Waktu benar-benar berlalu sangat cepat tak terasa Februari ini ternyata menjadi akhir dari Januari tahun kemarin, dan kereta dakwah akan berhenti sejenak di stasiun kali ini. Amanah telah teralisasikan dan saatnya untuk dipertanggungjawabkan. Teringat sekali masa di mana amanah ini datang dan kujawab dengan penolakan, tapi kata beliau amanah itu tidak pernah salah dalam memilih pundaknya, kalimat yang singkat tapi mampu merubah sebuah sikap. Singkat cerita semua di mulai awalnya takut karena merasa minim pengalaman, tapi saya sadar bahwa saya tidak sendiri ada 139 orang yang menjadi teman berjuang. Yah Bidang Kebersihan...mungkin bagi sebagian orang biasa saja, karena ranah kerjanya yah seputar mengingatkan, mengontrol, dan membantu para penghuni asrama untuk membersihkan. Bahkan bisa dibilang bidang kebersihan ini cukup sepi peminat,  tapi dari sini saya tahu bahwa orang–orang yang ada di barisan ini, tentu mereka adalah orang-orang pilihan yang m...

Memilih Pilihan Allah

Tubuhku berhenti di depan deretan antrean kamar mandi. Begitu ramai hingga tak bisa  ku hitung ada berapa jumlah mereka. Menunggu adalah hal yang membosankan pagi ini, begitu banyak tugas serta hafalan yang menanti. Kuputuskan untuk kembali ke kamar yang jaraknya dekat. Setelah itu, langkahku menuju lantai dasar, lagi–lagi hal yang membuatku lelah melihatnya “mengantre” tak apa, pikirku tapi tak ada tanda–tanda lauk segera datang dan itu membuatku kembali. Antrean semakin panjang dan ada di setiap sudut asrama. Aku terduduk di ranjang kamarku memikirkan hal yang tak seharusnya “kenapa Aku bisa di sini?” hatiku bertanya. Tak penting bahkan tidak perlu dipikir, karena jawabannya adalah takdir. T eringat masa SBMPTN 1 tahun lalu, bercampur baur dengan orang awam tanpa tahu masa depanku. Jurusan Sastra Indonesia adalah hal yang sudah kudambakan sejak sekolah menengah, ingin jadi penulis kataku, jika mereka bertanya apa cita – citaku. Tapi saat ini Aku sudah menulis tak hanya untuk dir...

Belajar Keras VS Belajar Cerdas

  Belajar Keras VS Belajar Cerdas Belajar itu dengan berbagai cara, tapi saya akan memberikan cara yang cerdas. Sebelum mengetahui cara belajar cerdas, perlu diketahui perbedaan belajar cerdas dan belajar keras. Orang yang belajar cerdas lebih unggul daripada orang yang belajar pintar. Kenapa? Orang yang belajar cerdas memakai kepintaran dan kekreatifitasannya dalam belajar. Jadi tidak diragukan lagi, jika orang yang belajar cerdas lebih santai, tenang, dan tidak khawatir tentang pelajarannya. Karena orang yang seperti ini tahu cara belajar seefisien mungkin, tapi ilmu itu melekat di otaknya.  Jadi wajar orang yang belajar cerdas terlihat santai namun ilmunya telah melekat di otaknya. Beda lagi dengan orang yang belajar keras, saya tidak meremehkan orang yang belajar keras tetapi orang yang belajar keras menghabiskan banyak waktunya untuk belajar, menghafal, dan lain sebagainya, tanpa tahu cara yang lebih singkat dalam belajar. mungkin dengan memakai trik atau pun lain seb...

Sejenak Kuberlari Banyak Cerita Kudapati

  Hari itu Sabtu, bersama temanku dibawah langit yang tengah bertengkar akan panas dan hujan, menunggu angkutan kota di depan Alfamidi yang kulihat telah seminggu ini tutup.  Bukan untuk pergi bermain sebenarnya, aku sebatas menemaninya berobat di rumah sakit Ibnu Sina.  Perjalanan ditempuh mungkin sekitar 15 menit, entahlah aku lupa menghitungnya, di pertengahan kota kulihat ribuan tetes akhirnya menang di angkasa membasahi pagi itu meski orang-orang tak berlari hilir mudik karena telah mempersiapkan mantel beberapa hari lalu. Setiba di rumah sakit kulihat mereka satu persatu. Siapa? Bukan hanya mereka yang sakit tapi juga yang sehat wal afiat tentunya. Di sudut kanan kulihat seorang pria berjalan dengan perban menutupi sebelah matanya. "Abis kecelakaan atau terkena beling mungkin" pikirnku. Belum jauh langkahnya kulihat lagi lelaki tua dengan batik dan arloji di tangan kirinya beserta peci di kepalan, berjalan di jalan yang sama dengan membungkuk. Terlintas satu saat ku...