Tempat Hati yang Lelah Beristirahat
(Nurul Azizah)
Menjadi mahasiswi di kampus dakwah dan perjuangan bukanlah hal yang mudah. Di balik senyum yang mengembang dan aktivitas yang berjalan setiap hari, ada banyak cerita yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Ada tugas yang menumpuk, ada target hafalan yang harus dijaga, ada amanah organisasi yang harus ditunaikan, serta berbagai tuntutan untuk terus berkembang menjadi lebih baik.
Sebagai mahasiswi IAI STIBA Makassar sekaligus bagian dari unit kegiatan mahasiswa (UKM), saya merasakan bahwa kesibukan bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menguras kondisi psikologis seseorang. Beberapa orang mengalami kondisi kelelahan mental, merasa cemas terhadap masa depan, takut tidak memenuhi ekspektasi, atau bahkan merasa kesepian meskipun berada di tempat banyak orang.
Kondisi ini sebuah bentuk dari kelelahan emosional seseorang, yaitu keadaan ketika seseorang merasa lelah secara mental akibat tekanan atau overthinking. Sayangnya, banyak mahasiswi yang memilih menyimpan semuanya sendiri. Mereka tetap tersenyum, tetap hadir di kelas, tetap aktif dalam kegiatan, padahal hatinya sedang berjuang untuk tetap kuat.
Di sini saya belajar bahwa hati juga perlu dicharge. Sebagaimana tubuh membutuhakan istirahat dan makanan, jiwa juga membutuhkan asupan yang menenangkan. Bagi seorang muslimah, pengisi energi terbaik bukan hanya tidur yang cukup atau hiburan semata, tetapi kedekatan dengan Allah.
Taklim, tilawah Al-Quran, zikir pagi dan petang, nasihat dari para ustadzāt adalah sarana untuk menguatkan hati yang mulai lelah. Lingkungan asrama juga memberikan banyak pelajaran berharga. Suara muraja'ah dari kamar sebelah, teman yang selalu mengingatkan untuk memperbaiki niat, cerita sederhana atau diskusi setelah taklim sering kali menjadi bentuk pertolongan Allah yang menenangkan jiwa.
Asrama bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah ruang bertumbuh, ruang belajar, dan ruang untuk saling menguatkan. Dari sana, saya belajar bahwa perjuangan tidak harus dilalui sendirian. Ada banyak saudari kita yang sedang berjuang bersama, saling menguatkan, dan saling mendoakan.
Karena pada akhirnya, setiap hati yang lelah membutuhkan tempat untuk beristirahat. Dan bagi seorang muslimah yang sedang menuntut ilmu, tempat istirahat yang paling aman bukanlah menjauh dari segala kesibukan, melainkan kembali mendekat kepada Allah, Sang pemilik hati dan sumber ketenangan hati.
Komentar
Posting Komentar