MENAPAKI LELAH TANPA HENTI
Setiap langkah ini, ada harapan-harapan orang tua di dalamnya, yang diam-diam mereka titipkan lewat doa-doa panjang di setiap sujudnya. Langkah ini bukan sekadar perjalanan, tapi juga perjuangan—untuk membalas lelah yang tak pernah mereka keluhkan, untuk menjawab kepercayaan yang mereka berikan tanpa ragu.
Kadang terasa berat, kadang ingin berhenti sejenak, namun mengingat wajah mereka, semua kembali menguatkan. Karena di ujung langkah ini, bukan hanya tentang keberhasilan, tetapi tentang membuat mereka tersenyum bangga—dan berkata dalam hati, “perjuangan kita tidak sia-sia.”
Lihatlah...
Banyak orang di luar sana yang membutuhkan doa itu, tetapi pemilik doa tersebut telah lama pergi. Banyak pula orang yang ingin berada di posisimu, namun mereka tpmemiliki keterbatasan yang tak mampu mereka hadapi…
Lihatlah…
Mereka memiliki keinginan setinggi langit, tidak sepertimu yang terkadang hanya berhenti pada langkah kecil, lalu jatuh dan menyerah.
Melangkah lah…
Meski langkah kaki itu terasa berat, karena tidak semua langkah kaki memiliki kesempatan untuk terus berjalan. Ada yang terhenti oleh keadaan, ada yang terhenti oleh kehilangan, dan ada pula yang bahkan tak pernah sempat melangkah sejauh dirimu.
Maka lanjutkan…
Meski perlahan, meski tertatih,
sebab setiap langkahmu hari ini adalah harapan
yang mungkin tak lagi dimiliki oleh orang lain.
لا يكلف الله نفساً إلا وسعها
Semua orang mampu, tapi tidak semua orang bisa istiqomah terhadap tujuannya. Banyak yang mereka ingin dicapai, tapi hanya sebatas “INGIN” Tanpa usaha yang benar-benar diperjuangkan, tanpa konsistensi yang terus dijaga dalam diam.
Keinginan itu mudah diucapkan, namun mempertahankannya di tengah lelah, ragu, dan godaan untuk berhenti—itulah yang sulit. Banyak yang memulai dengan semangat, namun hanya sedikit yang bertahan sampai akhir. Maka jadilah yang sedikit itu…
Yang tetap berjalan meski pelan,
Yang tetap berjuang meski tak selalu terlihat, dan yang tetap istiqomah meski tak ada yang memuji.
Karena pada akhirnya,
Bukan tentang siapa yang paling cepat,
Tetapi siapa yang paling mampu bertahan hingga tujuan itu benar-benar tercapai. Banyak pengalaman bisa sampai di tahap ini, tentu backingannya adalah Allah, Ada banyak air mata sebelumnya, ada banyak dorongan untuk menghadapi pahitnya hidup di akhir zaman ini.
Teruslah berjuang,
Sampai Allah berkata “Waktunya Pulang”.
Komentar
Posting Komentar