Langsung ke konten utama

Penuntut Ilmu



Pergunakan waktu mudamu dengan menuntut ilmu, karena penyesalan akan ada di akhir. Jika keinginan untuk menuntut ilmu tidak hadir dalam diri maka mungkin ada masalah dalam dirinya. Orang yang berilmu itu mulia meskipun masih muda. Allah juga akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. 


Dalam Al-Qur'an, Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(QS. Al-Mujadilah ayat 11)


Bersungguh-sungguhlah, jangan malas dan lalai dalam menuntut ilmu.

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan bagi jalannya masuk surga.” (HR. Muslim)


Pergunakanlah waktu mudamu, manfaatkanlah kesempatan dan sisa umur yang dimiliki dengan memperbanyak ilmu, karena tiada seorang pun yang terlahir dalam keadaan pandai, seandainya cahaya ilmu bisa diraih dengan angan-angan mungkin semua manusia di dunia ini sudah tentu berangan-angan tentang cahaya ilmu. Akan tetapi, sebaiknya kita lebih banyak belajar ilmu-ilmu agama atau syariat-syariat Islam. 


Apa Itu ilmu Agama ? 

Ilmu agama adalah ilmu yang di mana membahas tentang hukum-hukum agama atau hukum-hukum syariah yang Allah sudah tetapkan dalam Al-Qur'an, Ilmu fiqih, hadist dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Tetapi alangkah baiknya kita harus mempelajari dahulu adab-adab, karena adab lebih yang harus terlebih dahulu untuk dipelajari. Karena untuk apa kita banyak ilmu tetapi adab masih kurang.


Selain itu, ketika kita mempelajari ilmu agama, kita juga harus mengamalkannya dengan baik. Seperti ketika kita mempelajari ilmu-ilmu Al-Qur’an, kita mengamalkan isi ayat tersebut dan begitupun yang lainnya. 


Cara mendapatkan ilmu;

- Perbanyak mengikuti majelis-majelis ilmu

- Mendengarkan kajian-kajian secara langsung atau melalui video 

- Memanfaatkan waktu dengan baik atau bertanya kepada orang yang lebih berilmu


Teman-teman semua, kita adalah manusia yang di mana membutuhkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, maka semangatlah dalam menuntut ilmu.





✒️ A. Karima Muazzama

Mahasiswi STIBA Makassar Angkatan 2022



Komentar

Postingan populer dari blog ini

 Negeriku yang Kucintai (Cinta Febrianty Idham) Dari dulu, aku selalu merasa bangga karena membawa tumbler ke mana-mana. Merasa paling hemat, paling go green , bahkan diam-diam merasa sedikit lebih keren daripada mereka yang masih membeli minuman kemasan. Seolah-olah, dengan membawa botol minum sendiri, aku telah mengambil bagian dalam menyelamatkan bumi. Sampai suatu hari, sebuah video pendek menyadarkan aku bahwa bahkan sesederhana air minum pun tidak sepenuhnya terlepas dari persoalan politik. Dari bagaimana sumber daya dikelola, bagaimana industri dijalankan, bagaimana sampah plastik ditangani, hingga bagaimana kebijakan lingkungan dirumuskan di meja kekuasaan. Ternyata, menjadi ramah lingkungan bukan hanya soal keputusan personal untuk membawa tumbler . Ada sistem yang lebih besar di balik apa yang kita konsumsi, apa yang kita buang, dan lingkungan seperti apa yang akhirnya kita tinggali. Turns out, even the simplest things in life are political. To be honest, life has b...
  Ibu Tak Perlu Sayap untuk Menjadi Malaikat (Kaderia) Ibu, setiap kali aku bercerita tentangmu, air mataku tak mampu kubendung. Ia jatuh begitu saja, tanpa aba-aba, saat aku mengenang segala kerja kerasmu, rasa sakitmu, dan perjuanganmu demi anak-anakmu. Ibu, aku menulis ini bukan karena aku sedih tapi karena aku sangat bangga memiliki sosok sepertimu, mungkin dunia tak tahu betapa hebatnya dirimu dalam mengusahakan segalanya demi kebahagiaanku. Hai, teman-teman... Izinkan aku bercerita sedikit tentang malaikat tanpa sayap yang kumiliki. Dia bukan wanita karier, bukan pula pejabat, ia adalah ibu rumah tangga biasa yang luar biasa. Ketangguhannya tak bisa diukur hanya dari status atau jabatan, melainkan dari kasih sayang dan pengorbanan yang tak ternilai. Setiap pagi, ia memulai harinya lebih awal dari siapa pun di rumah. Sarapan disiapkan dengan telaten, memastikan keluarganya memulai hari dengan penuh energi. Begitu anak-anaknya melangkah ke sekolah, ia tak lantas beris...
Menggapai Cinta Ilahi (Selfiana Elvira Sari Ramadhani) Banyak orang mengira, cinta itu selalu tentang bahagia dan tawa, memberikan keindahan serta kenyamanan... Namun tanpa kita sadari, ternyata itu bukanlah bentuk cinta yang sesungguhnya. Karena cinta tidak selamanya ditunjukkan dengan cara memanjakan, tetapi dengan cara menumbuhkan. Dan sering kali, yang membuat kita menangis, jatuh, bahkan merasa sendirian... disaat itulah ada pelukan yang siap mendekap. Maka dibutuhkan sesuatu dalam diri kita yang hanya bisa tumbuh lewat rasa sakit. Ia menggores untuk menyembuhkan. Ia mengambil untuk menggantikan. Ia menguji untuk menguatkan. Mungkin cinta-Nya tak seindah kisah manusia, tapi di dalamnya ada keindahan yang tidak akan pudar oleh waktu. Cinta manusia bisa berubah, namun cinta Allah tidak. Ia tetap mencintai meski kita sering lupa kepada-Nya. Mencintai dengan cara yang tidak selalu kita mengerti, tapi selalu kita butuhkan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman, وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَه...