Langsung ke konten utama

Postingan

Wanita Harus Berilmu

  Wanita Harus Berilmu Setinggi-tingginya pendidikan seorang wanita  pada akhirnya hanya akan mengurus rumah tangga, jadi pendidikan itu tidak perlu bagi wanita. “Buat apa sekolah tinggi-tinggi jika kodrat seorang wanita itu hanya di dalam rumah.” Pernah tidak kalian mendengar kalimat itu? Ada banyak hadist dengan riwayat yang shahih bagaimana pendidikan dalam pandangan islam, bagaimana islam sangat mementingkan pendidikan untuk semua kalangan dan semua usia.  يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Q.S. al-Mujadalah : 11) مْن سَلَكَ طَرْيقًا َيلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا ِإلىَ اْلجَنَّةِ (رواه مسلم) “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR. Muslim) Perempuan memiliki kedudukan...

Karantina Bukan Penjara

  Karantina bukan Penjara Sepertinya ada yang aneh dengan diri ini Kucoba mencerna kembali apa yang sedang terjadi Dengan terus berharap semoga ini hanya halusinasi Di sela-sela canda dan tawa teman sekamar Aku mencoba menyendiri Berusaha menjauh Meyakinkan apa yang aku alami Dengan berbekal tubuh dan air mata Kucoba ungkapkan kepada mereka yang berhak dan peduli "Aku harus di karantina" Ini adalah gejala persis dengan apa yang mereka rasakan Mereka yang berpindah 1 hari yang lalu 1 hari yang lalu  Beberapa dari mahasiswi yang bergejala covid-19 harus di pindahkan ke gedung sebelah Gedung QC kami menyebutnya Dan pada hari ini aku merasakan hal yang sama Daripada menyebar lebih baik menghindar, batinku Karantina bukan Penjara Aku menyayangi orang-orang sekelilingku Bahagia boleh di sini Tapi bukan berarti aku harus menghapus senyum mereka dengan menyebarkan virus ini Tenang saja Ini hanya perpisahan untuk sementara Demi kebaikan bersama Kisah ini harus kita akhiri di malam ini...

Rencana Allah yang Indah

Rencana Allah yang Indah   Kelasku yang terletak di lantai 2 gedung sekolah begitu riuh. Tepat di barisan belakang aku duduk. Pikiranku berkelana, ke mana kaki akan melangkah setelah kelulusan? Mengingat saat itu tahun terakhir aku di bangku SMA. Teman-teman sekelasku tak perlu diragukan lagi, deretan nama-nama kampus terkenal di Kota Makassar sudah sering disebut. Bahkan beberapa di antara mereka sudah mengikuti les tambahan di luar jam sekolah sebagai persiapan masuk kampus. Jika ada pertanyaan-pertanyaan seputar kuliah, aku kadang memilih diam. Tak jarang teman-teman kelasku mengatakan, “Ah, kalau kamu sudah jelas masuk STIBA”. Kalimat itu sudah sering aku dengarkan dari teman-teman sekelasku. Mungkin karena aku salah satu dari 3 siswi yang bercadar di kelasku, entahlah.  Tapi setiap kali itu pula hati dan lisanku menolak keras. Aku benar-benar tidak ingin melanjutkan studi di kampus STIBA. Tidak mau dan tidak ingin. Dalam pikiranku, “Ah, kampus biasa”. Aku sangat ingin sep...

Saling Merangkul

  Saling Merangkul  Cara mengukur atau menghitung nilai seorang teman yang baik adalah ketika kita dalam kondisi sulit. Teman yang selalu mendukung dan menyemangati itu tak terbilang nilai dan harganya.  Di dunia kita bisa menikmati kemewahan yang ada atau membanggakan prestasi yang didapatkan. Dunia tidak meninggalkan kita, sebaliknya kita yang akan meninggalkannya. Perlu dipahami bahwa berteman dengan orang-orang yang baik hatinya lebih menguntungkan dibanding dengan berteman dengan dunia dan seluruh kekayaannya.  Karena kekayaan hakiki terletak di hati, di mana dunia akan lupa siapa yang berperan setelah raga menyatu dengan tanah, adapun mereka yang baik hatinya, setia, dan taat kepada Allah akan mengenang kita dengan doa-doa yang tulus dalam larutnya malam yang begitu panjang tanpa letih sedikitpun. Hanya saja, mereka yang di maksud dengan teman terbaik, kehadirannya cukup sedikit di muka bumi ini.  Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik, hidayah, da...

Rasa

  Rasa Tak harus pandai memainkan atau menyembunyikan rasa, biarkan lelah beradu dengan kuatnya kesabaran.  Tak perlu cerita yang panjang agar semuanya tahu tentang bagaimana kamu yang dulu ataupun saat ini, biarkan senyuman yang membayar segalanya.  Tentang mata yang tak mampu menahan pedihnya air mata, lalu bagaimana dengan hati yang kau cerita waktu itu?  Bahwasanya dia yang mampu melihat ketika mata menjadi buta,  Mendengar saat telinga menjadi tuli,  Bergerak saat kaki menjadi lumpuh,  Merangkul saat tangan enggan untuk menyapa,  Dan deraian air mata yang menjadikan bibir basah akhirnya mampu membentuk senyuman indah yang tak pernah terpikir sebelumnya. Bagaimana mungkin?  Mungkin, jika saja hatimu selalu berprasangka baik terhadap pemilik dan pemegang seluruh hati manusia.  Hanya kepada-Nya aku, kamu dan yang lainnya berharap dan meminta pertolongan. Mahasiswi STIBA Makassar angkatan 2018

Aku dan Superhero

 Aku dan superhero Malam yang gelap memberikan rahasianya pada keheningan yang menyapa ketika itu. Dalam hitamnya ia menyembunyikan rahasia, dengannya aku tahu bahwa di balik hitam pekat itu ada seseorang yang berusaha keluar dari masa lalu, berdamai dengan hati dan menyemangati diri sendiri untuk lebih baik. Malam yang memberikan kabarnya bahwa ada sesorang yang berusaha menyimpulkan senyumnya untuk semua ujian yang ia lalui. Ragu yang menghampiri, jiwa yang sedih untuk sebuah perdamain dari orang-orang yang menjauhinya. Masa lalu yang cukup indah saat di mana mereka memberikan senyum terbaiknya ketika berjumpa, namun kini seakan dunia terbalik. Singkatnya diri ini dijauhi hanya dengan satu alasan yang tak mendasar hanya karena perbedaan hidup saat hidayah itu menyapa. Seketika relung jiwa terasa damai namun pada nyatanya dunia dan seisinya seakan menolak. Bahagia? iya benar. Di sisi lain jiwa dan raga ini sangatlah bahagia dengan ketenangan hati itu. Namun penolakan mereka yang s...

Saudara Seiman

 SAUDARA SEIMAN Sebagaimana hujan yang selalu dikaitkan dengan kerinduan, mendungnya langit menghadirkan sendu serta keinginan untuk pulang, pulang dan bertemu dengan keluarga tercinta di kampung halaman. Hari ini genap sudah 3 pekan aku berada di tempat ini, tempat yang selalu memicu hadirnya kerinduan. Akan tetapi meski begitu, tempat ini juga yang senantiasa memberiku rasa nyaman. Asrama Putri STIBA Makassar. Ya, itulah namanya. Tempat yang begitu nyaman dan juga aman dari hingar bingar dunia luar. Di sini ada banyak pelajaran yang bisa ku petik, bukan hanya tentang pendidikan tapi juga persaudaraan. Di sini aku belajar bagaimana ajaibnya sebuah senyuman, yang selalu mampu mencairkan suasana, bahkan ketika otak sudah beku akibat tugas yang menumpuk. Di sini aku belajar, bagaimana indahnya saling berbagi, di saat harta dan tahta tak lagi berarti. di sini, tingkatan kita semua sama, tak ada yang namanya anak pemilik yayasan, anak pejabat atau anak sopir kampas, semua rata dalam sa...